Terinspirasi oleh seseorang yang tidak boleh disebutkan namanya ;)
Enonk punya pertanyaan , sekaligus survey mini .
Adakah yang mau berbagi cerita , buku fiksi mana yang paling berkesan buat teman-temin ( pinjem istilahnya prof Topo :).
Tadinya maunya bikin Top 10 list buku-buku novel favorit , tapi ntar kelamaan mikirnya .
Jadi 3 aja , yang ringan2 dulu. Selanjutnya baru yang lebih berat2.
Nonk mulai :1. Lima Sekawan ( karena setelah baca serial Lima Sekawan , sejak kecil nonk punya cita2
pergi ke Inggris , makan sandwich dan minum limun jahe ;)
2. Love Story-nya Erich Segal ( setiap baca pasti nangis , padahal dah tau si Jenny bakal mati,
dimana quotenya " Love means never having to say you're sorry " hiks )
3. Buku2 Pramudya Anantatoer , sayang buku2nya ngga tau kemana :(
Cerita buku , inget waktu mudik kemarin . Enonk tinggal di padepokan Aa Prabu , disekap 10 hari jadi sempetlah punya waktu berjalan-jalan ke toko buku , duh romantisnya hihihi.
Ngaco neh hehehe mulai2 nutternya... ( dulu waktu sekolah sering ngebual ama temen2, kalo nonk mau pacar yang ketemunya di perpus , pakai kacamata tipis ajah , terus bajunya casual , celana jeans gitcu loh, pasti banyak neh yang punya cita2 serupa ).
Enonk beli buku itu Sang Musafir-nya Mohamad Sobary , lah diperawani duluan ama si Aa dalam beberapa jam saja. Curangnya , dia beli buku laskar Pelangi , pas enonk dah mau pulang.
Jadi ngga bisa gantian balas dendam ;)
Okay begitu saja mukaddimahnya , sukur2 ditanggep .
Jadi idealnya sih enonk mau kayak Kokkaburra ( itu penulis di koki jadul dulu , favorit enonk dah pokoknya ) yang pecinta buku dan punya book club.
Kalo itu kejauhan , ya itung2 nonk usil , pengen tau buku2 apa yang berkesan buat teman temin. Apalagi merubah jalan pikiran dan hidup anda.
~Some books are to be tasted, others to be swallowed, and some few to be chewed and digested ~ Francis Bacon






Mau bikin top ten list? Kebanyakan baca/nonton High Fidelity ya...? :o)
ReplyDeleteTop 3 dulu kok Ke ;)
ReplyDeleteHigh Fidelity ? ... ga pernah.
Cuma curious aja , bukannya " we are what we read ? "