Klip bikinan Kusuma. Terima kasih ya Kus..

Wednesday, July 30, 2008

GETAS !!!


Getas itu adalah gemblong bule, karena warnanya putih. Sedangkan gemblong itu kan coklat luarnya.. he he he..

Ini resepnya
:

Bahan:
-Tepung ketan 200 gr
- segenggam kelapa parut
- Setengah sendok teh garam
- 100 cc santan
Díuleni dengan air hangat.

Untuk lapisan gulanya :
- 100 gr gula pasir + vanille bubuk
- 50 cc air

Cara membuatnya:
1. Campur tepung ketan + kelapa parut + garam.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil di aduk-aduk
3. Setelah itu bentuk adonan bulat-bulat panjang, dipipihkan
4. Goreng dalam minyak panas sampai warnanya kekuningan.
5. Angkat dan tiriskan.

Gula lapisan luarnya:
1. Masak gula - air 50 cc dalam wajan terpisah
2. Masak sampai kental.
3. Masukkan getas yang sudah digoreng, aduk sampai rata.
4. Angkat dan siap dihidangkan
.

Guten Appetit!!


Salam getas
Lenny

Ransum dari Linda dan buat Pakde dan bude yang mau jalan2 ke Venesia

Dari Pecel Madiun Serpong, dibawain - sepiring nasi pecel- sepiring tempe & tahu bacem yang emang rasanya mak nyusss... ( oiy orang Serpong , JC sama Pak Bambang , piye kabare ? Apik tho ? ;)

Dari Gudeg Yu Nap, Gunung Batu - Bandung dibawain Tempe Kemul, ato temennya si Tempe Mendoan.

... Selamat NgeCes teman temin.


Salam,
Linda

Perjalanan Bang Ucok Ke Kawah Putih

Saya mau menceritakan perjalanan saya pada hari Sabtu sampai Minggu kemarin. Adapun perjalanan ini dimaksudkan untuk merayakan kelulusan adik saya yang lelaki yang telah lulus dari sekolah kejuruan (STM) di Jakarta. Perjalanan ini adalah sebagai perwujudan dari janji saya kepadanya apabila dapat lulus dengan nilai yang bagus.
Ok, start your engine....

Perjalanan dimulai dari pukul 04.15 pagi dari Jakarta menuju Bandung dengan memakai sepeda motor jenis bebek dengan kapasitas mesin adalah 125 CC merek Honda. Rute perjalanan dimulai dari Tanjung Barat - Ciracas - Cibubur - Cileungsi - Jonggol - Cariu - Cianjur - Cipatat - Cimahi - Bandung kota (tepatnya Jalan Siliwangi) dan memakan waktu kurang lebih 4 jam 15 menit. Sesampai disana kami berdua bergabung dengan pacar saya, teman dari pacar saya (wanita) dan adik dari pacar saya (lelaki). Setelah berunding dengan cukup alot dan melalui berbagai pendapat maka diputuskanlah untuk menuju kawasan Ciwidey dengan tujuan memetik buah strawberry langsung dari kebunnya.


Dari Bandung kami jalan dengan 3 motor pada jam 12.00 siang. Dua motor berboncengan dan satu motor dibawa sendiri. Jalur yang kami lalui adalah Siliwangi - Pasteur - HOS Cokroaminto - Gardu Jati - Astana Anyar - Wahib Hasyim - Kopo Soreang - Soreang- Soreang Ciwidey - Ciwidey - Ciwidey Ranca Bali. Di daerah Kopo, kami semapt istirahat sambil mampir di tenda yang menjual kelapa bakar. Sampai di Ciwidey, tujuan akhirnya dialihkan ke arah objek wisata kawah putih yang mengundang rasa penasaran akan pemandangan disana. Kondisi perjalanan setelah memasuki kawasan Ciwidey berubah menjadi udara dingin khas pegunungan. Maka pastikan anda memakai pakaian yang dapat mengurangi rasa dingin tersebut. Apalagi apabila anda memakai kendaraan motor kesana.


Jam 15.00 kita sampai di lokasi dan membayar uang retribusi dan uang parkir motor. Tiket masuk seharga Rp 10 ribu per orang dan Rp 2 ribu per motor. Dari pintu gerbang, kita masih naik lagi dengan motor kira-kira 5 km dengan kondisi jalan yang cukup ekstrim karena jalur sebagian besar menanjak dan jalan cukup rusak di beberapa bagian. Jika anda ingin kesini, maka pastikan kondisi kendaraan anda benar-benar fit karena di dalam perjalanan ini kami melihat ada 2 mobil yang mogok.


Setelah sampai di tempat parkir yang disediakan kami langsung menuju kawah putih dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Wah, ternyata objek wisata ini patut diacungi jempol karena keindahannya. Berbagai perasaan menjadi satu antara rasa kagum, lelah, kedinginan, dan gembira karena telah sampai di kawah putih. Tempat-tempat untuk berfoto adalah di dekat air belerang, batu-batu besar yang ada disana, dan di depan gua bekas pertambangan belerang. Setelah foto-foto dan keliling sepuasnya sekitar 1 jam 30 menit kami memutuskan untuk pulang karena perjalanan pulang yang kira-kira memakan waktu 3 jam.


Perjalanan pulang ke Bandung diselingi dengan acara memetik strawberry. Sebenarnya kami sudah membeli strawberry di kawah putih dengan harga 5 ribu per kotak. Ternyata kami agak tertipu karena di bagian atas diletakkan strawberry yang besar ukurannya sedangkan dibagian bawah diletakkan yang kecil-kecil. Meskipun wadah dari sejenis plastik tetapi pada bagian bawah ditutupi oleh karton yang menutupi buah yang kecil. Di kebun strawberry ini, harganya adalah Rp 30 ribu per kilogram. Proses pemetikan dilakukan dengan ceria dan lagi-lagi ada acara pemotretan dengan berbagai gaya. Ssstttt, pemetikan juga dilakukan dengan acara memakan strawbery yang masih segar. Tentunya strawbery yang dimakan tidak dihitung dalam proses pembayaran.

Setelah puas memakan strawberry maka kami melanjutkan perjalanan pulang. Di tengah perjalanan kami makan malam di salah satu warung tenda di daerah Soreang. Waktu menunjukkan pukul 9 malam ketika kami sampai di Bandung.


Perjalanan ini memang melelahkan sekaligus menyenangkan.


Salam,
Ucok

Tuesday, July 29, 2008

Forget Me Nots, RiaCV

Sunday, July 27, 2008

Forget Me Nots, part 2

Judul Forget-Me-Not ternyata mengundang Linda menulis surat kepada Aa Prabu dan Enonk.Protes kah , karena si dd kirim (bibit) Bunga ke si aa ???

hehehe ....Bukan !!! Malah kirim Kue. Menurut Linda , Forget Me Not itu nama cake bikinan La Patisserie Bakery, Bandung.Disajikan pakai boks warna item elegan karena glossy. Tuh, di tutup boks-nya ada nama si cake."Tapi soal rasanya, hmmm karena saya enggak suka marzipan, jadi I forget to buy it again, hihihihihi..." ( duh , idem deh , klo marzipan , kita juga ga suka ;)

Friday, July 25, 2008

Forget Me Not

Thank you Dd sayank,
Telah diterima dengan aman, pada siang yg panas ini. Itu yg bungkus kecil maksudnya untuk di tanam ya? Emang bisa tumbuh? ;)

~Aa Prabu~

Thursday, July 24, 2008

MD , Penulis buku Best Seller

(Foto koleksi Budi Pirda)

Kemarin tgl 21 Juli waktu membaca Kompas saya baca artikel tentang : "Mengajak Generasi Baru Memasak"Pengin tahu bagaimana cara membuat generasi baru (anak muda) mau memasak.

Termasuk diantara yang disebut di situ adalah temen kita bu MD, yang bukunya jadi best seller.
"Tidak mengherankan jika buku karya Hindah Muaris berjudul 35 Resep Makanan Tim Saring untuk Bayi menjadi best seller yang terjual sekitar 1000 eksemplar setiap bulan ". ( BI Purwantari/ Litbang Kompas )

Sekalian buat mencoba membaca koran Kompas persis seperti yang saya terima di rumah (termasuk iklan2nya), coba cari di :


- cari di bagian bawah : "Back Issue"
- pilih tanggal 21 Juli 2008
- cari halaman 36-37,
di bagian bawah - tengah yang ada panah kiri kanan di halaman 36 ada artikel itu.
Web Kompas ini bener2 bagus lho, ringan (Cepat down loadnya), gambarnya sangat jelas (kecuali iklannya) .

Eko Supatra

Tuesday, July 22, 2008

Kabar dari Dj ...

Gambar alat pengering

Kita semua sudah tahu , musibah yang menimpa Pak Dj dan keluarga .
Semua sobat menawarkan uluran dan bantuan tangan (nyapu, ngepel , bersih2 dsb ), semua ditolak, karna cuma akan bikin refot saja ( bener gak ya , gitu ceritanya? ;) . Bahkan tawaran indomie pun mentah2 , ditampikkan.

Tapi ternyata ada juga yang diterima , salah satunya Kiriman dari Betty :

ALLAH PEDULI
Banyak perkara yang tak dapat ku mengerti
Mengapakah harus terjadi
Di dalam kehidupan ini
Satu perkara yang ku simpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi
Tanpa Allah peduli

Allah mengerti, Allah peduli
Segala persoalan yang kita hadapi
Tak akan pernah dibiarkan nya
Ku bergumul sendiri
S'bab Allah mengerti

TERIMA KASIH BETTY dan Sobat SEMUA... ......AMIN
Dj. orang yang tidak pernah terpikat dengan barang (materi )....ada dinikmati....tidak ada ya sudah.....Makan banyak bisa..makan sedikit juga tidak akan mengeluh.....Main Golf dengan ex President Soeharto,mein tennis meja dengan Jenderal Nasution Haris, pernah...Tapi main dikali, cari ikan dengan anak-anak kampoeng...juga suka......Ngerasain jadi orang kaya..pernah......tapi tidak punya duit sepeserpun juga pernah ngalamin......Dikasi hadiah mobil sama orang...pernah...ngasi hadiah mobil ke orang yang baru Dj. kenal...juga pernah........
Jadi...untuk Dj. materi adalah titipan TUHAN saja...sebagai Berkat, tapi juga beban...

Tadi siang mbak Dewi Sareh, malah datang dan membawa Risoles yang begitu banyak....sampai Dj. malu.... ( sok malu... ) Benar-benar terharu,akan kebaikan sobat di GMDj. terhadap kami sekeluarga.....Makanya waktu Hoke,Topo, mas Bambang bilang mau datang bantu, Dj. bialng....janganlah...sudah cukup dengan anak-anak dan Susi.....toch hanya rumah kecil saja, kalau kebanyakan orang kan malah bisa baku sandung....Jadi... bisa Betty bayangkan.....kalau Hoke datang bawa Dim Sum, mas Bambang datang Bawa Es Cendol, Topo datang bawa Sate....Kan Dj. yang jadi bingung....hahahahahahahahaaaa......


Memang TUHAN kita ajaib.....!!!Dia ganti semua menjadi baru......Dan kami tadi memang cukup ceriah.....apa lagi waktu Dj. bilang ke Susi....bagaimana kalau T.V. kita ganti yang baru juga...yang modern??? Yang tipis.......itu lho..... ( Dj sok pikun... ) Daniel langsung jawab.....iya mah......Susi hanya jawab.....kalau papamu mau lihat T.V. boleh kita beli baru......tapi.......Kan papamu cuma sibuk didepan Lap Top.....hahahahahahaaaaa......( kena deh Dj...... ) Puji TUHAN...!!!
Salam manis dari Mainz, buat sobat semua...

Dj.

We're All Blessed ( Uca how RU ? )

Good Day Ade Nappa Valley , what a 'SweeP reminder ';)
Lalu Hindah hari ini menyampaikan Salam Kangen "Uca ingat ngga dulu kita sering chat ramai2, dirimu nyanyi lagu ini ( silakan klik ) ... "
hmm , jadi teringat saat libur di Indonesia kemarin , Mba Uca kirim paket , beberapa hari sebelum kembali ke UK...

Saturday, July 19, 2008

Yang segar dan manis

Untuk menghibur Aa Prabu, Indri dan Pakde , sobat Ria CV mengirim Bakpao .
(disertai tissue ). Terima Kasih ya , Ria.

(Pushing up the Daisies )

adakah makna lain dari bakpao ?

selain untuk bikin kenyang ?

Thursday, July 17, 2008

Rumah Terakhir ( in Memoriam )

Kemarin kakakku pesan peti mati
Ada 3 type; yang pertama berbahan kayu murah tanpa cat
Yang kedua, kayu yang sama tapi dengan cat murah dan kaligrafi Allah
Dan ketiga, kayu mahal yang dipelitur dengan ukiran indah

Ayahku sebagai soulmatenya yang mendampingi lebih 60 tahun disuruh memilihkannya.
Ia menunjuk peti mati yang ke dua. Kenapa kok yang ke dua. Dan bukan yang model pertama atau model yang paling bagus, dan tentu saja mahal harganya?

Aku tak tahu, dan juga tak mau tahu.
Kakakku langsung membayarnya.
Dan membawa peti mati ke rumah.

Selama hidup baru sekali ini ia belanja peti mati. Peti mati pesanan ibu kami. Ah, ibu bercanda. Bukankah seminggu lalu ibu minta dibeliin mesin cuci baru?
"Adik, bagaimana perasaanmu andai orang yang kau cintai minta dibeliin peti mati?", tanyanya suatu ketika kepadaku.
"Mungkin ia minta keikhlasan dari kita. Keikhlasan untuk melepas kepergiannya. Karena ia telah melihat dengan hatinya, bahwa kini saatnya yang hidup telah siap ditinggalkannya", jawabku spontan.

Jarang kutemukan orang yang siap untuk mati. Yang seakan mengetahui kapan kematiannya. Sebaliknya, banyak kutemui orang-orang yang seolah siap hidup seribu tahun lagi. Hingga harus perlu korupsi, melakukan pungli dan bikin janji-janji palsu.

Namun, ibu kami seminggu sebelum meninggal, telah merencanakan semuanya; pesan makamnya dan peti matinya.

Ibu, pesananmu telah datang. Peti mati warna coklat berhias kaligrafi Allah.
Ibu, kami membaringkanmu dengan lembut. Di dalam peti kami membawamu selama dua jam dengan mobil biru, menuju rumah terakhir. Sebuah rumah singgah sebelum menuju surga.
Ibu, maaf jika kami tak mengantarmu dengan tembakan salvo.
Ibu, maaf jika kami tak memberi penghormatan dengan dentuman meriam atau bunyi tiupan terompet sangkala.
Karena ibu memang bukan tokoh istri pemimpin parpol atau ibu negara. Namun toh, jasa dan pengorbananmu melebihi mereka.
Ya Allah Ya Rabi. Ampunilah dosanya. Terimalah disisiMu. DikerajaanMU yang indah dengan kedamaian abadi.

Mengantar ibu ke rumah terakhir, merupakan pengalaman pertama dan terakhir.
Hiks... pengalaman luar biasa. Terimakasih Tuhan.

~Prabu~

Hoke , Kangen yak ?



"Dinda Dimana" , ada dibawah kok, klik aja di Negeri Di awan-nya Katon Bagas :-)

Wednesday, July 16, 2008

Rosenfest di Steinfurth

Hallo Temans GMDj,
Hari minggu kemarin kita nonton Parade festival bunga mawar yg diadakan di desa yg namanya Steinfurth, disana penduduknya kebanyakan berkebun bunga mawar...tiap bulan Juli diadakan festival yg namanya Rosenfest yg diadak selama 4 hari, tetapi untuk parade nya hanya hari minggu saja,desa tersebut penduduknya kurang lebih 2000 jiwa.

Jumlah floatnya gak banyak, terus yg parade gak cuma float dgn bunga mawar tapi juga club club desa tsbt juga turut serta menunjukan kebolehannya,seperti club aerobik,club sepeda, pom pom girl, petani dgn traktor 'kuno'nya, klub dng kumis dan jenggot panjang de el el. disana juga ada ratu mawarnya yg dipilih setiap tahun sekali.


(duh , mba Dewi Sar foto2nya banyak dan bagus2, binun ambil sample-nya :)


Disana juga dijual bermacam macam bunga mawar dan bunga bunga yg lain juga,dan di Jerman tiap ada festival tidak ketinggalan stand yg jual sosis panggang dkk.dan bier , stan mainan spt dipasar malam.
Yang jelas aku gak lupa bawa kamera jadi teman teman bisa ikut menikmati parade bunga mawar ini, maaf ya temans kalau mungkin sudah bosan lihat parade bunga 2 an ,mungkin dinegara2 lain atau tempat 2 lain lebih indah, seperti yg diadakan di Pasadena...tapi kalau buat aku lumayan cukup buat hiburan..apalagi aku yg wong ndeso yg gak pernah ada festival bunga2an...eh..pernah seh lihat parade bunga di Sby tahun 90 an...tapi yach cuma sekali itu aja terus gak pernah diadakan lagi.
Salam,
Dewi Sareh

Tuesday, July 15, 2008

Cemilan pagi ini ...

Singkong goreng anget -anget, kiriman Pakde dan Bude...

Monday, July 14, 2008

Di Sini Senang , Di Sana Senang

Di dalam tenda , pagi hari ketiga , " Good Morning, honey bunny ... ". Airbed dan sleeping bag , just like home even much better. Karin sarapan brioche, roti manis perancis isi coklat. Malamnya hujan , seperti Pakde Djoko bilang , pantulan air hujan di dalam tenda yang tidak bocor ( tentunya :),bagaikan " the Sound of Music "...

Tenda biru, ransel biru, cool bag biru , sepatu biru, langit (masih biru pagi itu , 2 jam kemudian hujan tiada henti )... rumput hijau, tapi tidak mentul2 seperti Kusuma bilang.

Ini foto bersama mereka. Foto aselinya dimuat di Koran Lokal di pulau " The County Press ".
Lengan baju hitam wartawan koran terlihat dalam gambar.
Who can spot the little K ? ...unfortunately , Quiz ini tidak berhadiah ;-))

Sunday, July 13, 2008

Desaku yang Kucinta

( Intermezzo dengan pak Budi yang lagi santai , ... )
Omong2 soal camping, kalau nanti kopdar nya sekitar bulan Juni atau July di Kupang 2010 ( kalau jadi) , camping juga asyik . Saya kemarin sempat tidur ditenda (proper equipment) malas mau pulang , sebab asyik sekali . AC tidak diperlukan karena temperatur sekitar 20 kalau sore dan pagi nya sekitar 18C. Sejuk dan fresh sekali udaranya.
Peggy ada tidur disana ( disawah dengan tenda) dengan anak anak panti selama 3 hari sambil kerja di sawah.
Camping disawah bulan2 Juni dan July di Kupang enak sekali lho.
Kalau mau sekedar ke daerah yang sejuk maka sepanjang tahun kita bisa ke SoE , kira2 3 jam dari Kupang. Temp rata2 20 - 23 C. Kalau mau lebih dingin lagi ke kota KAPAN , kira2 30-40 menit dari Soe . Disitu kalau malam bisa 4- 8 C. Saya ada tempat disitu, pas di pinggir kali yang jernih. Kalau kita camping disitu selalu malas pulang .
Kalau di Bogor mungkin masih ada hujan , di Kupang dijamin tidak ada awan ( langit biru) dan sejuk.
Saya juga sedang bikinkan rumah gubug di sawah , siapa tahu juga nanti kolam ikan nya sudah jadi maka bisa makan ikan enak ( air nya air mata air jadi tidak ada polusi , sebab orang setempat bisa minum langsung dari mata air nya).
(Copyright : Padepokan Prabu )
Kita bisa juga tanam sebuah pohon atau berbuah buah ( ha ha ha ) pohon GMDJ sebagai tonggak peringatan ( di Bogor atau di Kupang).
Regards,
Pirr
( Foto 1, 2, 3 milik Pak Budi )

Kusuma punya Bianglala

Saturday, July 12, 2008

Siapa yang tidak suka Pelangi ?


ini yang namanya FULL RAIN BOW !
Selamat HOKE , Anda Layak Dapat ...bintang EMAS
( diujung pelangi ).

PeLaNGi (Koes Plus)
Intro : G B5-C D(4x)
G C Kulihat pelangi
G D di pagi hari
G C Kurindukan kekasih
G D untuk kembali

Reff :

Em C Pelangi engkau pelangi
D G Sampaikan salamku ini
Em C Kepada kekasih hati
D G Pada siapa kuberjanji
Intro : G B5-C D (4x)

G C Betapa pagi
G D ini indah berseri
G C Andaikan hidup ini
G D terus begini

Back To : Reff
Intro : G C G D (2x)
Back To : Reff
Em C Pelangi engkau pelangi
D G Luluskan pintaku ini
Coda : G B5-C D (4x)


KordKita

Ayo Tebak II ( Si Dia )

The Reasons Why :
Pertama: Krn GMDJ sepi awal bulan ini. Jadi aku ambil waktu memasukan sesuatu yg baru.

Kedua: Ingin membuat teman temin penasaran.
Ketiga: Ketebak langsung oleh seorang agent rahasia , superwomen Jerman dan Kuching yg suka gelap2, jadi matanya tajam2.
Berikutnya aku akan memperlihatkan mulut "korban" aja. ( Cant wait , Prof Top ;)


Salam, Topo

Selamat untuk KGB, Kusuma dan Wi Ong... !

Hadiahnya :
"Berupa ciuman pipi dari Mbak Enonk. Ups.... solly Nonk " ( Prof. Top ;)
yang ditolak mentah-mentah oleh KGB , hiks.
"Nggak mau ah om Topo, enonk blepotan susu"..... ( KGB )


oh, ternyata KGB ga doyan susu ... ah ...

Friday, July 4, 2008

Ayo TeBak ?


Halo teman temin,
Coba tebak siapa yg digambar?
Salam, Topo yg nganggur

Thursday, July 3, 2008

mo cucu ...apa es grim ?

...hmm nice, susu dari Kolam, kata karin .
( klupuk mah udah abis , tante Enda )

bagi dong es grim-nya David ...

Wednesday, July 2, 2008

I Remember You ;)

Petuah Dj








Ini yang Dj. berusaha kerjakan, tanpa banyak pikir.....mau nyontoh boleh...nggak juga nggak apa-apa....
1. Dahulukan orang lain, baru dirimu sendiri....
2. Jangan diskusi dengan pasangan, didepan orang lain....
3. Satu pujian yang kita beri, kita akan menerima berlipat ganda.....
4. Jangan suka mengkritik, karena manusia ( pada umumnya ) tidak suka dikritik.
5. Jangan mengharap sesuatu dari orang lain, jika kita toch mendapatkan nya, maka kita akan lebih senang. ( cukupilah dirimu dengan apa yang ada padamu )
6. Jangan meminjam sesuatu dari orang lain,tapi kalau bisa berilah pinjaman tanpa mengharap kembali. Kalau dikembalikan...bagus, kalau tidak dikembalikan, kitapun tidak kecewa......
7. Jangan menolak,untuk membatu sesamamu ( kalau dia minta ), kapanpun dan dimanapun......
8. Kita datang ke dunia ini, tanpa membawa apa-apa dan pergipun tidak akan membawa apa-apa.... Olehnya, janganlah kumpulkan harta kekayaan yang berlebihan, karena itu adalah beban semata.....
9. Berdoalah dan mengucap syukurlah,
karena masih ada "hari ini" masih ada kesempatan untuk berbuat yang baik.
10. Bacalah Firman TUHAN setiap hari,agar kita tau apa yang dikendakiNya dari kita.
11. Maafkanlah sesamamu,( jangan memandang muka ), maka TUHAN akan mengampuni kesalahanmu juga.
12. Jangan pernah merasa " IRI,DENDAM DAN BERKATA DUSTA " karena itu yang dikehendaki si jahat ... jangan turuti kemauan nya, tapi lawanlah dia.
13. Manusia pada umumnya " MENGECEWAKAN " ... jangan berharap kepada manusia, tapi kepada TUHAN saja....
14. Dll......dll....masih banyak lagi...
Yang jelas.....dengan prinsip ini, maka Dj. berusaha agar bisa hidup dengan tenang, tanpa mengganggu orang lain. Nah...masih banyak sih...tapi mungkin nanti pada muntah ya......membaca cara hidup Dj. yang sok tau.....Memang tidak mudah...Dj. juga sering tersandung...tapi bisa bangun lagi tuh......hahahahahaaaa.....Terserah deh....MAAF kan saja bila hal ini tidak sesuai dengan pandangan hidup sobat semua.Dj. juga tidak ingin mendiskusikan nya, karena setiap orang, adalah orang bebas berbuat apa yang dia mau....atau...???
Salam manis dari Mainz....
Dj. ( yang sok tau... )

Cerita di balik Anggrek Bulan

Anggrek Bulan ini mempunyai latar belakang cerita yang menarik. Bunga yang putih biasa saja seperti anggrek lain. Yang merah agak lebih kecil dari yang biasa, diameternya hanya 4 cm-an saja dan agak keriting tepinya. Yang menarik, adalah latar belakangnya.
Bunga ini pemberian almarhum kakak laki-laki mertua saya. Mereka adalah pasangan rukun yang beda umurnya belasan tahun, yang laki-laki lebih tua. Mereka sering ke rumah atau kami ke rumah mereka. Karena beda selera dan kesibukan, mereka jarang pergi dengan anaknya dan sering dengan kami.
Di rumah kami makan khas daerah, ala Semarang atau Pati : janganan (pecel) semanggi, semanggi dengan gula aren plus jeruk, petis kangkung, mangut ikan pe (pari) asap, jangan boros (ini kayaknya bener2 khas Semarang, semacam lodeh dari tunas "kunci"). Untung istrinya yang asli Jakarta mudah makan apa saja. Kadang juga membawa mereka ke pasar Muara Karang makan makanan Medan, atau "sego gandul".

Sang suami orangnya cekatan, sampai akhir hayatnya, 87an tahun masih menerima reparasi dari tetangga : gunting, keramik pecah dll pekerjaan tangan. Sementara si istri sangat kebalikan, bahkan memasak pun tidak bisa, sangat tergantung suami.
Sang suami memelihara banyak sekali anggrek, termasuk anggrek bulan, vanda dan cattleya.
Suatu hari sang suami sakit dan terpaksa masuk rumah sakit. Sekembali dari RS mereka masih pergi ke rumah kami, tetapi saya kaget karena dia telah berubah. Pikirannya kurang tanggap. Dia (suami) mengkhawatirkan kalau dia tidak ada, bagaimana dengan istrinya (jauh lebih muda, tetapi sangat tergantung padanya). Dia juga mulai memikirkan anggrek2 nya dan menyuruh saya mengambilnya sebanyak saya mau.
Beberapa bulan kemudian kesehatannya kembali memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Hari berikutnya di rumah duka kami ke sana dan setelah upacara, berbicara (bahkan bergurau dengan istrinya). Beberapa saat kemudian sang istri di suruh pulang oleh anaknya agar istirahat. Sesampai di rumah sang istri yang selama ini sehat sekali, tiba-tiba sesak napas dan lemas. Segera dibawa ke RS dan hari berikutnya beliau menyusul suaminya, meninggal dunia.
Jadilah kedua jenasah disandingkan di rumah duka. Sungguh mengharukan.
Rupanya Tuhan telah menyelesaikan persoalan ini dengan caranya yang tidak pernah kami duga. Kembali mereka rukun berdua di sana.
Anggrek ini di berikan oleh anaknya kepada saya, sesuai keinginan ayahnya. Saya mengambil cukup banyak dan merawatnya.Foto ini adalah bunga pertama yang ada setelah kami terima.
-Eko-