Klip bikinan Kusuma. Terima kasih ya Kus..

Thursday, July 17, 2008

Rumah Terakhir ( in Memoriam )

Kemarin kakakku pesan peti mati
Ada 3 type; yang pertama berbahan kayu murah tanpa cat
Yang kedua, kayu yang sama tapi dengan cat murah dan kaligrafi Allah
Dan ketiga, kayu mahal yang dipelitur dengan ukiran indah

Ayahku sebagai soulmatenya yang mendampingi lebih 60 tahun disuruh memilihkannya.
Ia menunjuk peti mati yang ke dua. Kenapa kok yang ke dua. Dan bukan yang model pertama atau model yang paling bagus, dan tentu saja mahal harganya?

Aku tak tahu, dan juga tak mau tahu.
Kakakku langsung membayarnya.
Dan membawa peti mati ke rumah.

Selama hidup baru sekali ini ia belanja peti mati. Peti mati pesanan ibu kami. Ah, ibu bercanda. Bukankah seminggu lalu ibu minta dibeliin mesin cuci baru?
"Adik, bagaimana perasaanmu andai orang yang kau cintai minta dibeliin peti mati?", tanyanya suatu ketika kepadaku.
"Mungkin ia minta keikhlasan dari kita. Keikhlasan untuk melepas kepergiannya. Karena ia telah melihat dengan hatinya, bahwa kini saatnya yang hidup telah siap ditinggalkannya", jawabku spontan.

Jarang kutemukan orang yang siap untuk mati. Yang seakan mengetahui kapan kematiannya. Sebaliknya, banyak kutemui orang-orang yang seolah siap hidup seribu tahun lagi. Hingga harus perlu korupsi, melakukan pungli dan bikin janji-janji palsu.

Namun, ibu kami seminggu sebelum meninggal, telah merencanakan semuanya; pesan makamnya dan peti matinya.

Ibu, pesananmu telah datang. Peti mati warna coklat berhias kaligrafi Allah.
Ibu, kami membaringkanmu dengan lembut. Di dalam peti kami membawamu selama dua jam dengan mobil biru, menuju rumah terakhir. Sebuah rumah singgah sebelum menuju surga.
Ibu, maaf jika kami tak mengantarmu dengan tembakan salvo.
Ibu, maaf jika kami tak memberi penghormatan dengan dentuman meriam atau bunyi tiupan terompet sangkala.
Karena ibu memang bukan tokoh istri pemimpin parpol atau ibu negara. Namun toh, jasa dan pengorbananmu melebihi mereka.
Ya Allah Ya Rabi. Ampunilah dosanya. Terimalah disisiMu. DikerajaanMU yang indah dengan kedamaian abadi.

Mengantar ibu ke rumah terakhir, merupakan pengalaman pertama dan terakhir.
Hiks... pengalaman luar biasa. Terimakasih Tuhan.

~Prabu~

1 comment: