setelah mengintip sedikit isi dari The Village, marilah kita melanjutkan perjalanan ke arah pantai, dimana Hotel Portmeirion berada. Dari atas kita dapat melihat kolam renang yang menghadap laut. Diantara selubung kabut di seputar pantai, rumpun-rumpun bunga hydrangea berwarna merah, biru, putih dan ungu terlihat mencolok ... mata (lah masak hidung ;)).

Sesekali gerombolan kembang itu bergoyang-goyang ditiup angin, mengikuti irama dan liukan bendera Wales yang berkibar-ria di kesunyian pantai. Terlintas beberapa ekor burung camar yang terbang rendah di tepian pantai. Mereka mematuki pasir, mencari makan ... tak berbunyi. Kalaupun mereka sedang saling bersahutan pastilah suaranya terkalahkan oleh suara angin dan hujan yang tak juga henti.
Sambil menuruni jalan beraspal, dimana mobil pengunjung hotel kadang lalu-lalang, kita akan disuguhi dengan pemandangan alam yang misterius tapi tetap menyisakan kekaguman. Sejauh manapun pandangan mata kita lepaskan, yang kita lihat adalah gulungan-gulungan air yang berkejaran pendek. Selaput tipis tetap menyeliputi alam sekitar.
Apabila kita memandang ke arah kiri kapal, dengan posisi ketinggian air saat itu, kita dapat melihat beberapa bagian yang kelihatan pasirnya. Di tengah laut tampak ada pulau kecil. Pulau Mummy kah? ( I wish ;) Pulau tak berpenghuni itu adalah Ynys Gifftan. Di kejauhan, samar terlihat deretan gunung kehijauan. Ah seandainya cuaca baik, tentu Snowdon, gunung tertinggi yang ada di Wales itu, akan mecungul. Kabut masih menyeliputi sebagian keindahan di seputar pantai. Di sisi kanan, hotel berdinding putih itu tegak berdiri.
Seperti disebutkan pada bagian pertama, bangunan Aber Iâ sudah ada sebelum Clough membeli lahan tepat dimana Hotel Portmeirion sekarang berada. Pada mulanya, selain hotel, hanya ada 3 cottage yaitu White Horse, Mermaid dan The Salutation dan sekarang jumlah berkembang-biak menjadi 17. Setelah berada ditangan Clough, bangunan berupa rumah tua yang dibangun sekitar tahun 1850 itu mulai beroperasi dan mendatangkan laba. Pada tahun 1990 Hotel Portmeirion dianugerahi the Good Hotel Guide's César Award untuk kategori "Brilliant restoration of a great hotel to former glory".Tanpa mengalami banyak perubahan drastis dalam tiap tahapannya, Hotel Portmeirion ini sudah beberapa kali dirombak. Pertama pada tahun 1926 tak lama setelah dibeli Clough, dimana ruang makan bangunan tua direnovasi menjadi cikal bakal hotel. Pada tahun 1930 ruang makan diperbesar dan lima tahun kemudian dibuatlah pintu masuk baru beserta kantor. Pada tahun 1986, hotel ini terbakar, diperbaiki dan baru dibuka kembali dua tahun kemudian. Di masa lalu, selebriti yang menjadi pelanggan hotel Portmeirion antara lain H.G. Wells, George Bernard Shaw, Bertrand Russell, Noël Coward and Sir Kenneth Clark http://www.portmeirion-village.com/content.php?lID=&nID=23.

Di sebelah kanan hotel terlihat sebuah kapal. Pada tahun 1930, kapal Amis Reunis (Stone Boat) ditempel sedemikian rupa di sisi hotel sehingga, apabila air pasang, kapal tersebut tampak seolah-olah sedang bersandar di tepi pantai atau tepatnya di samping hotel. Pada hari itu air tidak begitu tinggi, sehingga kapal terlihat seperti tergantung. Dalam keadaan surut, apabila kita menuruni tangga yang berada di depan hotel, kita akan langsung dapat menginjakkan kaki kita di pasir pantai. Adakah sejarah dibalik Amis Reunis?
Daerah pesisir pantai itu memang dulunya merupakan tempat pengecoran besi, tempat pembuatan, penjualan dan reparasi kapal. Amis Reunis tersebut bukanlah replika, tetapi merupakan kapal yang pernah karam dihantam badai dan terdampar di pulau Ynys Gifftan. Meskipun bagian bawah kapal yang ditempel di dinding hotel tidak 'asli', bagian atas kapal tersebut merupakan puing-puing yang terselamatkan.
Dari arah pantai, apabila kita melihat ke atas, kita dapat melihat desa dengan Bell Tower yang tinggi menjulang. Dengan melakukan pendakian ke atas (emang ada yang mendaki ke bawah?) kita akan sampai di ujung desa.
Dari arah pantai, apabila kita melihat ke atas, kita dapat melihat desa dengan Bell Tower yang tinggi menjulang. Dengan melakukan pendakian ke atas (emang ada yang mendaki ke bawah?) kita akan sampai di ujung desa.
Pada ketinggian tertentu kita dapat berhenti dan menikmati keindahan alam yang mungkin membuat kita berpikir apakah ini pemandangan yang sama yang kita lihat di bawah tadi? Nah ketika sampai di Ruang Biru ini, Ria C Vunter memutuskan untuk berhenti agak lama untuk mengambil foto.
Foto terakhir ini menampilan pemandangan kearah laut, pantai pasir dan sebagian badan kapal. Bangunan yang berdinding putih tersebut adalah The Observatory Tower yang selesai dibangun pada tahun 1937. Rupanya menara ini sudah didisain sejak tahun 1935. Sebuah Camera Obscura, yang berasal dari kapal selam German U-Boat, ditempatkan di menara ini pada tahun 1939. Masih ada beberapa foto lagi yang diambil dari Ruang Biru ini. Pemandangan apa sajakah? (Bersambung) =RiaCV= ( dari segitu banyak foto , mana gambar buaya sama pakaya ;)



















